Ridwan Abadi, Membangun Mental Entrepreneur Muda

ridwan abadi

Hadiri   Seminar  Bisnis Special
By:  Ridwan Abadi
(Juara Wirausaha Muda Nasional)

Tema:  “5 Jurus Berkebun Uang”

Jum’at  ,15  Maret  2013
Jam 18.30 wib

Di Hotel Lotus Garden
Jl. Jaksa Agung Suprapto kediri

Anda akan mendapatkan jurus-jurus pengembangan bisnis Dahsyat.

Tiket di tempat seminar: 150.000
(hanya 50.000/orang Dan 100rb/3orang)
jika beli tiket di:
- Dhoho TV,
Jl. Mayjen Panjaitan, Kediri
- Transfer BCA 0501838011 an. Lentera Alam Semesta. Bukti transfer harap dibawa pada saat seminar utk diganti tiket.

Pesan :
Ketik : DAFTAR(spasi)NAMA
Kirim ke:
- 085649711431
- 085235689277

 

Selain sukses mengembangkan beragam usaha di Malang (Jatim), pria 27 tahun asal Lampung ini berhasil mendirikan lembaga training  di bidang kewirausahaan. Dari ribuan alumnus, sebagian besar memiliki usaha sendiri.

Kenapa begitu getol ingin membangun mental pengusaha, terutama bagi anak muda?  Saya ingin mental entrepreneur itu menjadi pola pikir buat kita. Selama ini seolah ada paradigma di masyarakat yang mengatakan pengusaha itu adalah profesi. Menurut saya bukan. Entrepreneur  itu pola pikir. Nah, saya ingin menanamkan kepada siapa saja tentang pola pikir sebagai seorang pengusaha. Meski sama-sama karyawan, kalau seseorang pada dasarnya memang bermental seorang entrepreneur , pasti akan berbeda. Dia pasti lebih kreatif dan inovatif.

ridwan abadiKita tidak sekadar menjadi manusia konsumtif, tapi harus aktif. Salah satu contoh sederhana, anak muda biasanya malu bila ibunya berjualan kue di pasar. Dia hanya bangga jika ibunya membeli kue di pasar. Padahal itu terbalik. Seharusnya kita justru harus bangga karena ibu kita menjadi seorang pengusaha, sekalipun yang dijual kue semata. Betapa pun, “kasta”  pedagang  lebih tinggi dari pada pembeli. Nah, pola pikir yang demikian inilah yang ingin saya tanamkan. Memang tidak mudah. Pola pikir demikian, kan, memang sudah tertanam sejak kecil.

Omong-omong selain memberi training  apakah Anda  juga punya usaha?

Selain DI, saya punya tiga bisnis pribadi. Pertama, usaha kuliner Batagor Takshimura. Saya sudah mewaralabakan bisnis ini. Sekarang sudah ada 80 outlet  yang tersebar di seluruh Indonesia.  Kedua, Plasa Dinar yang bergerak di distribusi logam mulia, dan yang ketiga Dapur Digital, usaha ini bergerak di bidang jasa advertising  atau desain grafis.

Apa latar belakang Anda?  

Saya tamatan Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya, Malang. Enggak nyambung , kan, dengan bidang yang saya geluti sekarang.

Kok, bisa menjadi seorang  trainer  sekaligus pengusaha?

Lagi-lagi memang berawal dari kepepet. Bapak saya di kampung halaman di Lampung hanyalah seorang tukang ojek, sedangkan Ibu penjual sayur. Kon­disi keluarga ka­mi pas-pasan. Itu se­babnya ketika sa­ya masuk kuliah di Unibraw, Malang, awalnya orangtua melarang. Me­reka hanya mam­pu membiayai awal masuk kuliah saja. Saya tidak patah semangat. Saya meyakinkan orangtua b­akal bisa mandiri. Setiba di Malang, perjuangan sesungguhnya saya mulai. Saya tak punya uang untuk biaya kos atau kontrak rumah. Di tahun-tahun pertama saya tidur di masjid. Untuk biaya hidup, saya mengandalkan dari jualan donat.

Saya juga bekerja paruh waktu di sebuah restoran cepat saji dan masih banyak lagi pekerjaan lainnya. Semua itu saya lakukan semata-mata un­tuk­­ menyambung h­idup. Meski tampak berat,  semua saya jalani dengan enjoy dan tetap semangat. Saya memiliki keyakinan, perjuangan keras saya tidak akan sia-sia.

Kabarnya sejak mahasiswa sudah merintis usaha, ya?

Memang benar. Memasuki semester lima, usaha saya sudah mulai berkembang. Saya membuka bisnis IT, server pulsa elektrik, dan beragam usaha lain.

Lalu?

Setelah tamat kuliah,  saya memutuskan mengembangkan minat saya yang lebih condong ke dunia bisnis. Selain membuka usaha, saya juga mendirikan lembaga training  kewirausahaan. Sebenarnya modul pengajaran yang saya gunakan di lembaga training  ini adalah pengalaman saya dari nol sampai sekarang.

Alhamdulillah, sejak berdirinya lembaga  ini, peserta terus mengalir.  Bahkan pada tahun 2010, saya mendapat predikat sebagai juara Wirausaha Mandiri kategori boga dari Bank Mandiri. Di tahun yang sama pula saya mendapat penghargaan sebagai franchisee berprestasi dari lembaga profesi Indonesia.

Ke depan bagaimana?

Tidak ada pilihan lain, lembaga training maupun usaha pribadi  akan terus saya genjot agar tumbuh menjadi lebih besar. Saya percaya, dengan menciptakan lebih banyak pemuda yang berjiwa entrepreneur , negara ini akan semakin berkembang dan lebih maju.

sumber : http://m.tabloidnova.com

2 Comments

  1. Rafi

    March 15, 2013 at 2:18 pm

    pengen melu, tapi masih terbentur biaya
    acaranya hari ini ya..

  2. Rafi

    March 15, 2013 at 2:20 pm

    pengen melu, tapi masih terbentur biaya
    acaranya hari ini ya..

    tpi ulasan di atas bikin semangat, keren bang Ridwan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>