Penyidik Dalami Aliran Dana, Skandal Mega Proyek Jembatan Brawijaya

Polisi Kantongi Nama Penerima Aliran Dana
Kediri,Memo
Penyidik unit tipikor Polres Kediri Kota terus melakukan pendalaman terhadap dugaan adanya aliran dana dalam kasus korupsi mega proyek pembangunan Jembatan Brawijaya. Pendalaman dilakukan dengan memeriksa  secara intensif Cahyo Widjojo alias Ayong, Komisaris PT Surya Graha Semesta (SGS). Pemeriksaan terhadap yang bersangkutan berlangsung Kamis (28/2).
Polisi Kantongi Nama Penerima Aliran DanaInformasi yang dihimpun Memo menyebutkan, pemeriksaan terhadap Ayong berlangsung mulai pukul 10.00 WIB. Setelah berlangsung selama empat jam, penyidik memberikan kesempatan untuk beristirahat. Pemeriksaan kembali dilanjutkan dan masih berlangsung hingga pukul 17.00 WIB. Dalam pemeriksaan itu, Ayong dicecar sekitar 20 pertanyaan dari penyidik.
“Komisaris PT SGS bernisial C, hari ini kembali diperiksa. Untuk materi yang ditanyakan penyidik seputar aliran dana. Ada 20 pertanyaan yang diajukan,” kata Kasubag Humas Polres Kediri Kota, AKP Surono.
Seperti diberitakan sebelumnya, polisi mulai mengarahkan penyelidikan setelah menemukan indikasi adanya sejumlah anggaran yang peruntukannya tidak jelas dalam pelaksanaan proyek fisik bernilai Rp 66 miliar itu. Anggaran tersebut merupakan selisih dari nilai total proyek dengan jumlah dana yang dipakai secara riil untuk melaksanakan pembangunan. Dari keterangan beberapa saksi, termasuk Ayong, ditemukan adanya indikasi aliran dana terhadap beberapa pihak.
Namun hingga saat ini, polisi belum bersedia kemana arah aliran dana. Polisi juga belum memberikan keterangan rinci terkait besarnya aliran dana yang diterima beberapa pihak dalam proyek itu. Pasalnya, polisi menegaskan tidak bisa menyandarkan penyidikan hanya berdasarkan keterangan sepihak. Indikasi tersebut harus diperkuat dengan bukti – bukti lainnya.
Sementara itu, selain memeriksa Ayong, polisi juga memeriksa dua karyawan PT SGS lainnya. Kedua staf yang diperiksa sebagai saksi tersebut masing – masing bertugas  di bagian administrasi dan kasir di perusahan kontraktor yang berkantor di Sidoarjo itu. Rencananya polisi juga akan memeriksa pimpinan dan staf PT Fajar Parahiyangan sebagai perusahaan pemenang lelang proyek tersebut. (ian)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>