Kab Nganjuk : Kabid TK/SD Dikpora Bakal Dikerangkeng

Kab Nganjuk

Kabid TK/SD Dikpora Bakal Dikerangkeng
*Skandal Korupsi Mebeler

Kab Nganjuk

Kab Nganjuk

Nganjuk, Memo
Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk berjanji akan segera menahan para aktor intelektual dugaan korupsi mebeler perpustakaan di 120 Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Nganjuk, setelah berkas dinyatakan lengkap atau P-21.

“Berkas yang disempurnakan dari kepolisian sudah ada pada kami,” terang M. Iqbal, SH.,MH di ruang kerjanya, Selasa, (13/08) kepada wartawan.

Hanya saja, M. Iqbal belum dapat memastikan, kapan berkas dinyatakan lengkap. Masalahnya, hingga sekarang berkas yang telah dilimpahkan kembali oleh tim Unit Tipikor Polres Nganjuk tersebut sedang diteliti ulang.

Langkah selanjutnya, kejaksaan akan ngecek ulang semua berkas, sebelum menyatakan P-21. “Kalau semuanya sudah beres, baru kami mengeluarkan pernyataan sudah lengkap,” tegasnya.

Setelah dinyatakan P-21, lanjut Iqbal, dibarengi dengan pelimpahan tersangka dan bukti-bukti pendukung lainnya. Hanya saja pihaknya belum bisa memastikan kapan proses pelimpahan 11 tersangka tersebut dilakukan. Meskipun ke-11 tersangka masih ditangguhkan penahanannya oleh polisi, bukan berarti kejaksaan nanti tidak menahan mereka.

“Kalau tersangka dan bukti-bukti lain sudah diserahkan kepada kami, kami baru dapat menentukan, apakah tersangka ditahan atau tidak,” ujarnya.

Masalahnya, lanjut M. Iqbal, tersangka akan ditahan manakala ada kemungkinan mengulangi perbuatannya, menghilangkan barang bukti, dan atau pergi ke luar negeri. Sedangkan para tersangka, menurut M. Iqbal kecil kemungkinan akan melakukan perbuatan yang memicu menyebabkan mereka untuk ditahan.

“Masalahnya, mereka sekarang sudah tidak menjabat lagi, darimana mereka akan mengulangi lagi perbuatannya,” ujarnya.

Dari ke-11 tersangka, kemungkinan ada satu tersangka yang langsung ditahan, yakni Kepala bidang TK, SD dan PLB Disdikpora, Sujiono, karena dia masih menjabat pada posisi dan institusi yang sama.

Dikawatirkan dia akan mengulangi perbuatannya apabila kejaksaan tidak segera menahannya. Lebih-lebih, di lingkup institusi tempat dia bekerja, Sujiono dikabarkan sangat berpengaruh dan ‘berani’ dalam mengelola proyek. “Kalau dia masih menjabat ada kemungkinan akan mengulangi perbuatannya, bisa langsung ditahan,” ujar M. Iqbal.

Seperti diketahui, Ke-11 tersangka yang bakal dilimpahkan ke kejaksaan setelah berkas dinyatakan P-21 adalah Kepala bidang TK, SD dan PLB Disdikpora Sujiono, mantan Kasie Kurikulum dan sarpras SD, Bawajir; Direktur CV Purnama, M. Yusuf Alqadri’ Direktur CV Tiga Emas, Bayu Gunawan; pengawas proyek, Rahmat Irianto; dan mantan Kadisdikporada Nganjuk, Bambang Eko Suharto, anggota panitia penerima hasil pekerjaan (PPHP), yakni Agus Suryo Irianto, Subardi, Subroto Sriaji, Warsono dan M. Dawam.

Pelimpahan ke-11 tersangka tersebut setelah dilakukannya pelimpahan kembali berkas-berkas dari polisi ke kejaksaan, menyusul telah selesainya proses penyidikan terhadap ke-11 tersangka oleh penyidik Tipikor Polres Nganjuk setelah mendapat kepastian hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Dari hasil audit, BPKP menemukan kerugian uang negara sekitar Rp 312, 5 juta. Hasil audit tersebut akhirnya dicantumkan dalam berkas perkara dari uang negara yang dikeluarkan untuk proyek mebeler sekitar Rp 450 juta. Sedangkan total tiga paket proyek yang dimenangkan oleh CV Purnama milik Yusuf bernilai Rp 439.200.000, dari harga perkiraan sendiri (HPS) yang ditetapkan pejabat pembuat komitmen (PPK) mebeler sebesar Rp 941.040.000. (gus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>