Berita Kediri : Walimurid Keluhkan Pungutan SMPN 1 Kota Kediri

memo 12 september 2013

Berita Kediri : Walimurid Keluhkan Pungutan SMPN 1 Kota Kediri
memo 12 september 2013Siswa Baru Ditarik Rp 3 Juta

Kediri,Memo
Sejumlah walimurid SMPN 1 Kota Kediri mengeluhkan pungutan yang dipatok pihak sekolah. Pasalnya, nilai pungutan dianggap terlalu tinggi dan memberatkan. Apalagi walimurid merasa tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan tentang rencana penetapan maupun penggunaan pungutan tersebut.

Informasi yang dihimpun Memo menyebutkan, pungutan itu besarnya sekitar Rp 3 juta untuk siswa kelas 7. Pungutan itu digunakan untuk beberapa keperluan, seperti pembelian perlengkapan kelas, gorden dan buku ajar. Pembayaran pungutan mulai dilakukan pada 20 September mendatang. Sedangkan untuk pembayaran buku ajar bisa diangsur.

Pungutan tersebut membuat para walimurid terkejut. Pasalnya, nilai dan rincian penggunaan pungutan langsung diberikan pada saat pertemuan walimurid tanpa pernah dibahas bersama. Selain itu, dari rincian yang ada tampak beberapa kejanggalan, seperti harga pembelian gorden untuk kelas yang besarnya mencapai Rp 2 juta. Beberapa perlengkapan yang sebenarnya sudah ada di ruang belajar ternyata juga dianggarkan kembali dalam pungutan itu. Walimurid sebenarnya berusaha menawarkan untuk melengkapi sarana melalui sistem gotongroyong yang ditanggung bersama. Tapi hal itu tidak ditanggapi oleh pihak sekolah.

“Masak gorden ukurannya kecil biayanya besar sekali. Perlengkapan kelas juga banyak yang sudah ada tapi tetap masuk anggaran,” keluh salah satu sumber Memo.

Sumber lainnya menyebutkan, dibanding sekolah negeri lainnya, pungutan tersebut lebih tinggi. Sebab, pungutan di sekolah lain besarnya berkisar antara Rp 500.000 – 1 juta per siswa. Bahkan, besarnya pungutan tersebut jauh lebih besar dibanding pungutan di sekolah yang sama saat masih berstatus rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) dulu.

“Ini kan aneh, RSBI sudah dihapus tapi pungutannya sekarang kok lebih besar dari RSBI dulu,” ujar sumber tersebut.

Sementara itu, belum diperoleh konfirmasi dari pihak SMPN 1 Kota Kediri tentang besarnya pungutan tersebut. Saat Memo mendatangi lokasi sekolah di Jl Diponegoro, Rabu (11/9) kemarin sekitar pukul 10.00 WIB tidak dapat bertemu dengan kepala sekolah bersangkutan. Salah satu guru yang merupakan humas sekolah mengatakan kepala sekolah sedang sibuk dan banyak jadwal kegiatan. Pihak sekolah menjanjikan akan memberikan keterangan dilain waktu.(ian)

DPKK Minta Dibatalkan

Besarnya pungutan yang dibebankan pada siswa SMPN 1 disikapi Dewan Pendidikan Kota Kediri (DPKK). DPKK menyatakan keprihatinan atas adanya pungutan tersebut. DPKK juga meminta agar pungutan dibatalkan karena dinilai tidak sesuai dengan konstitusi.

Sekretaris DPKK Kota Kediri, Heri Nurdiyanto mengatakan, keprihatinan muncul karena pungutan biaya pendidikan dalam jumlah besar itu justru muncul dari lembaga sekolah yang masuk dalam program pendidikan wajib belajar 9 tahun. Selain itu, pungutan juga bertentangan dengan konstitusi.

“Saya tidak melihat nilainya saja. Tapi yang jelas pungutan ini tidak sesuai dan sangat bertentangan dengan konstitusi,” ujarnya pada Memo kemarin.

Menurut Heri, pengaduan adanya pungutan sebesar Rp 3 juta itu sudah diterima DPKK. Selanjutnya, DPKK akan melakukan penelusuran terkait detil pungutan tersebut. DPKK juga akan mengambil langkah – langkah terkait adanya pungutan yang dikeluhkan para walimurid tersebut. DPKK, kata Heri, akan segera melayangkan surat pada walikota Kediri. Melalui surat itu, DPKK akan meminta kepala daerah untuk membatalkan keputusan sekolah terkait penetapan besarnya pungutan.

Tidak hanya pada walikota, DPKK akan meminta DPRD untuk membahas masalah pungutan tersebut. DPRD diharapkan memanggil pihak – pihak terkait, seperti walimurid, sekolah dan dinas pendidikan untuk membicarakan persoalan tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk memperjelas masalah pungutan dan menghasilkan keputusan yang terbaik bagi para siswa.(ian)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>